Tampilan
Bagian 4 — Workflows
Tiga bagian terakhir membangun agent yang semakin mampu: bisa diarahkan, bisa bertindak, bisa mengingat. Semuanya bertumpu pada satu asumsi — bahwa model yang memutuskan langkah apa diambil.
Untuk banyak pekerjaan, asumsi itu tepat. Untuk sebagian lain, ia justru sumber masalah.
Bayangkan proses persetujuan pengeluaran: validasi format, cek saldo anggaran, hitung pajak, tentukan apakah butuh persetujuan atasan, kirim notifikasi. Langkahnya sudah pasti, urutannya sudah pasti, percabangannya punya aturan yang jelas. Menyerahkan ini ke agent berarti menerima kemungkinan bahwa suatu hari ia memutuskan melewati langkah kedua.
Workflow adalah jawaban Mastra untuk proses yang langkahnya sudah kamu ketahui. Kamu yang menentukan urutan, percabangan, dan pengulangannya. Model hanya dipanggil di tempat yang memang butuh penilaian — kalau memang ada.
Yang kamu dapat dari workflow
- Determinisme. Alur yang sama menghasilkan urutan langkah yang sama, setiap kali.
- Tipe yang mengalir antar langkah. Keluaran satu langkah menjadi masukan langkah berikutnya, dan TypeScript memverifikasi sambungannya.
- Kemampuan berhenti dan dilanjutkan. Sebuah langkah bisa menunggu persetujuan manusia selama berhari-hari, melewati restart server, lalu melanjutkan dari titik yang sama.
- Keterlihatan. Setiap langkah punya identitas, sehingga bisa dilacak satu per satu.
Bab di bagian ini
| Bab | Isi |
|---|---|
| 4.1 | createStep, createWorkflow, dan menjalankannya |
| 4.2 | Sekuensial, paralel, percabangan, dan pengulangan |
| 4.3 | Berbagi state antar langkah |
| 4.4 | Memanggil agent dan tool dari dalam workflow |
| 4.5 | Berhenti menunggu manusia, lalu melanjutkan |
Bab 4.2 dan 4.5 adalah yang paling banyak dipakai dalam praktik. Bab 4.5 juga yang paling sulit dibayangkan tanpa mencobanya sendiri — sediakan waktu lebih untuk latihannya.
Prasyarat bagian ini
- Bagian 3 selesai
- Storage sudah terpasang — workflow yang bisa dijeda memerlukannya
Lanjut ke mana
Mulai dari 4.1 Workflow Pertama.