Tampilan
Bagian 1 — Agent
Agent adalah primitif pertama yang akan kamu kuasai, dan alasannya bukan sekadar urutan. Hampir semua yang datang setelah ini — tool, memory, workflow, subagent — pada akhirnya melayani agent atau dipanggil olehnya. Salah paham di sini akan terasa sampai Bagian 9.
Satu hal yang perlu diluruskan sejak awal. Kata "agent" di banyak tulisan dipakai longgar untuk apa saja yang melibatkan LLM. Di Mastra, artinya spesifik: sesuatu yang diberi tujuan, lalu memutuskan sendiri langkah apa yang diambil untuk mencapainya, dan berhenti saat menganggap tujuan itu tercapai. Kata kuncinya "memutuskan sendiri". Kalau kamu yang menentukan langkahnya, yang kamu bangun bukan agent, melainkan workflow — dan itu dibahas di Bagian 4.
Kenapa urutan bab di bagian ini begini
Bab 1.1 membangun agent paling sederhana yang mungkin: tanpa tool, tanpa memory. Ini disengaja. Agent tanpa apa-apa memperlihatkan dengan jelas apa yang sebenarnya disumbangkan oleh kelas Agent itu sendiri, sebelum semua kemampuan tambahan mengaburkannya.
Bab 1.2 masuk ke instructions. Ini bagian yang paling sering diremehkan dan paling besar pengaruhnya. Instruksi yang buruk tidak menyebabkan error — ia menyebabkan agent yang perilakunya sulit ditebak, dan itu jauh lebih mahal untuk didiagnosis.
Bab 1.3 dan 1.4 membahas cara mengambil keluaran: generate() versus stream(), lalu bagaimana memaksa keluaran berbentuk objek yang tervalidasi alih-alih teks bebas. Keduanya tentang satu pertanyaan praktis yang sama — bagaimana hasil kerja agent bisa dipakai oleh program, bukan cuma dibaca manusia.
Bab di bagian ini
| Bab | Isi |
|---|---|
| 1.1 | Membuat, mendaftarkan, dan memanggil agent |
| 1.2 | Menulis instructions yang menghasilkan perilaku konsisten |
| 1.3 | generate() dan stream(), beserta kapan memakai yang mana |
| 1.4 | Keluaran berbentuk objek tervalidasi lewat schema |
Prasyarat bagian ini
- Bagian 0 selesai
- Proyek Mastra yang jalan, dengan
npm run devbisa membuka Studio
Lanjut ke mana
Mulai dari 1.1 Agent Pertama.